PENDIDIKAN DIMASA PANDEMI COVID-19

Oleh : Dr. Hj. Demina, M.Pd., Firman, M.Pd.I., Rahmayani, Suci Ramadani(Dosen dan Mahasiswa IAIN Batusangkar)

Pada saat ini pandemi Covid-19 telah memberikan kepada kita semua bahwasanya gambaran atas kelangsungan dunia pendidikan di masa depan melalui bantuan teknologi. Namun, teknologi tetap tidak dapat menggantikan peranan seorang guru, dosen, dan interaksi belajar antara pelajar dan pengajar dalam proses belajar mengajar  sebab edukasi bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan tetapi juga tentang nilai, kerja sama, serta kompetensi. Pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi kreativitas setiap individu baik siswa maupun guru dalam menggunakan teknologi untuk mengembangkan dunia pendidikan.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa sistem pembelajaran merupakan suatu hal baru bagi kebanyakan guru, siswa dan orang tua. Pembelajaran tatap muka selama ini yang  mereka lakukan sudah sangat nyaman. Tetapi dengan datangnya  wabah Covid-19 yang sampai saat ini belum mereda, mau tidak mau sistem pembelajaran konvensional dipaksa berubah. Jika sebelum pandemi, pembelajaran dilakukan dengan tatap muka di ruang kelas. Maka dimasa pandemi pembelajaran dilakukan secara berani tanpa bertatap muka secara langsung. Selain berpisah secara fisik, pembelajaran secara membutuhkan pengetahuan serta kemampuan tentang internet dan teknologi informasi serta komunikasi yang baik antar kedua belah pihak yang sedah berproses.

Penyebab COVID-19 ditemukan tidak hanya berdampak pada kesehatan sekaligus faktor ekonomi secara global. Namun juga berdampak pada berbagai sektor lainnya, terutama di bidang pendidikan. Banyak hal dalam dunia pendidikan berubah setelah datangnya virus covid 19 yang datang pada tahun 2019 lalu. Di tengah pandemi yang terus melaju, dunia Pendidikan harus terus mendapatkan perhatian khusus agar tidak terdampak buruk terhadap dunia pendidikan kita saat ini . Dengan adanya pendemi yang melanda dunia kita saat ini maka hal tersebut juga melanda dunia pendidikan di negara kita,hal tersebut pasti  akan merembes terhadap  masa depan suatu bangsa kita. Sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya pandemi covid-19 memang banyak menimbulkan ancaman bagi dunia pendidikan, namun juga dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda, sehingga hal tersebut dapat diubah menjadi dampak baik atau peluang untuk meningkatkan kemajuan dunia pendidikan kita.

Pendemi covid-19 telah banyak mengubah dunia pendidikan, mulai dari proses pembelajaran, dimana biasanya dilakukan di dalam kelas dengan tatap muka, namun sejak pandemi berlangsung berubah menjadi belajar daring (dalam jaringan) atau bisa disebut juga dengan belajar online. Guru, siswa dan orang tua dituntut untuk bisa menghadirkannuasa berbeda beda dalam  proses pembelajaran yang efektif dan aktif walaupun dilaksanakan dari rumah masing-masing dengan situasi dan kondisi yang dialami oleh masing masing siswa.

Hal Ini karena sistem sekolah harus menyesuaikan diri dengan wabah covid. Hal ini tentu saja mendorong guru, orang tua, dan siswa yang lebih kreatif dan mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam pendidikan. Sehingga cara belajar mengajar, cara pandang guru terhadap penggunaan teknologi informasi pun juga berubah. Guru yang dulunya tidak peduli, sekarang mereka menjadi menguasai teknologi informasi. Sebelum terjadi pandemi ini, banyak sekali guru, orang tua, dan siswa yang masih gagap teknologi dan belum pernah menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Tetapi Sekarang dapat kita lihat, dalam beberapa bulan saja banyak guru dan siswa yang sudah sangat mahir menggunakan berbagai jenis teknologi pembelajaran, misalnya membuat video pembelajaran, memiliki channel youtube, menguasai google classroom, e-Learning dan lain sebagainya. Sehingga penguasaan mereka terhadap teknologi informasi ini menjadi awal kebangkitan kebangkitan pendidikan di negara ini, dan bukan hanya merupakan kigiatan sewaktu-waktu dimasa pandemi ini saja.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya semenjak pandemi covid beberapa bulan belakangan ini sistem pembelajaranpun terpaksa harus dirombak kembali. Karena sejadinya proses pembelajaran di masa pandemi sangat jauh berbeda dengan proses pembelajaran seperti biasanya yang dilakukan di dalam kelas. Lain halnya dengan setelah datangnya pandemi covid 19 sistem pembelajaran yang dilakukan tidak mungkin sama dengan yang sebelumnya lagi dimana pada saat ini guru,siswa,dan orang tua dirumah terlibat dalam proses pendidikan yang berlangsung. Seperti halnya siswa yang melakukan pembelajaran di rumah dapat melalui hp atau laptop sebagai media pendukung proses pembelajaran. Dimana guru sudahempersiapkan ruang kelas seperti classroom,zoom,google meet,whatsapp,elearning dan sebagainya dalam proses pembelajaran. Orang tua pun yang sebelumnya melihat proses pembelajaran anak hanya dilakukan di sekolah namun untuk kali ini hal yersebut sudah berbeda lagi,karena orang tua sekarang memiliki waktu yang panjang dalam melihat dan memantau berjalannya proses pendidikan anak anak nya selama beberapa bulan belakangan ini.

Pada masa pandemi ini semua elemen elemen yang terkait dengan proses keberlangsungan pendidkan harus turut berperan aktif agar proses pencapain pendidikan pada saat pandemi ini dapat tercapai dengan baik,adapun peranan dari guru ,siswa itu sendiri,orang tua dan pemerintah harus tertata dengan jelas.

  1. Peran Guru

Pada masa pandemi guru dituntut untuk berfikir kreatif dan inovatif dalam memberikan pembelajaran secara daring atau secara online, sehingga peserta didiknya tidak jenuh dalam menerima pembelajaran tersebut yang diberikan,bahkan guru harus lebih ekstra kreatif dalam memilih metode pembelajaran agar pembelajaran dapat berjalan secara efektif. Giru harus memahami  bagaimana tingkat pemahaman peserta didik atas materi materi yang telah diberikan secara daring, melalui dialog interaktif antara guru dan peserta didik, menimbulkan tingkat pemahanan anak didik atas materi yang baik.

  1. Peran Anak didik

Anak dituntut untuk selalu mengikuti pembelajaran secara daring atau online dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dalam pembelajaran tersebut secara tuntas. Anak harus belajar secara virtual, di mana dialog interaktif antara guru dan anak didik tidak semudah kalau secara tatap muka. Tingkat pemahaman anak didik atas materi yang diberikan tentulah berbeda beda, banyak yang tingkat pemahamannya kurang, karena ketidak sungguhan dalam proses pembelajaran. Bahkan ada juga yang setelah melakukan pembelajaran online mereka lebih termotivasi untuk belajar karena hari harinya akan selalu di rumah dan digunakan untuk belajar. Mereka bahkan kadang tidak perlu akan adanya orang tua atau lainnya  yang melakukan pendampingan. Di samping itu fasilitas siswa  yang dimiliki berbeda beda seperti Jenis handphone, jenis laptop, provider yang digunakan dan jumlah kuota yang dimilikinya.

 

  1. Peran Orangtua

Peran orangtua di saat pembelajaran daring atau online sangat diperlukan oleh anak, terutama pada anak-anak tingkat SD, orang tua dituntut untuk dapat menjelaskan apa yang dijelaskan oleh guru dan dapat membantu mengerjakan tugas pekerjaan rumah anak-anak. Peran penting orangtua lainnya yang sangat penting memberikan   fasilitas yang dibutuhkan sebagai penunjang proses pendidikan yaitu  seperti handphone, laptop, internet, kuota dan bahan-bahan untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Hal ini memicu kesenjangan karena di saat pandemi ini banyak sekali pemutusan hubungan kerja di kalangan buruh, pemotongan gaji karena dampak pandemi dan berkurangnya penghasilan bagi pelaku UMKM. Jangankan untuk memberikan fasilitas pendidikan, untuk makan saja bahkan itu sangat sulit. Dengan demikian, ketika anak tidak bisa mengikuti pembe;ajaran dengan efektif, sehingga menimbulkan keputusasaan dan menimbulkan berhenti sekolah bahkan putus sekolah.

  1. Peran Pemerintah.

Peran pemerintah sangat penting dalam memberikan kualitas pendidikan kepada anak bangsa. Pemerintah berperan dalam memberikan layanan pendidikan yang baik agar proses pembelajaran dapat berjalan secara maksimal,efektif dan efisien. karena pendidikan adalah kunci dari kenberhasilan sumber daya manusia suatu Negara. Pemerintah dapat memberikan bantuan pendidikan berupa sarana penunjang pendidikan seperti pemberian kuota internet gratis dan lain sebagainya.

Jadi demi kelangsungan proses pendidikan pada masa pandemi covid 19 ini maka diperlukan kebijakan yang tepat dari elemen elemen pendidikan. Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah yang bersifat antisipatif dan preventif karena banyaknya peristiwa penting dalam pendidikan nasional,termasuk adanya ujian tingkat kenaikan kelas  serta seleksi masuk perguruan tinggi negeri maupun swasta.

About the author: editor

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *