PENGARUH PEMBELAJARAN ONLINE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

Oleh : Dr. Hj. Demina, M.Pd , Firman M.Pd , Regita Aliffia Yuti , Sintia Afrilia Ningsih

(MAHASISWI DAN DOSEN IAIN BATUSANGKAR)

Online learning menurut Michael Molinda dapat di defenisikan sebagai upaya menghubungkan pembelajar ( peserta didik ) dengan sumber belajarnya ( data base, pakar/instruktur, perpustakaan ) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan namun dapat saling berkomunikasi, berinteraksi atau berkolaborasi secara tidak langsung. Online merupakan bentuk pembelajaran/ pelatihan jarak jauh yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi, misalnya internet yang bertujuan untuk membantu siswa agar bisa memahami materi pelajaran.

Pendidikan merupakan salah satu faktor pendukung dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia agar tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain melalui keberhasilan di bidang pendidikan. Keberhasilan proses pembelajaran dalam rangka tercapainya tujuan pendidikan di pengaruhi oleh banyak faktor. Menurut Djamarah (2002) diantaranya adalah 1). diri guru sebagai pengelola proses pembelajaran; 2). siswa selaku pemeran utama dalam proses pembelajaran; 3). tujuan pembelajaran yang menjadi sasaran dari pencapaian proses pembelajaran; 4). bahan ajar sebagai bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam proses pembelajaran di kelas; 5). cepat dan mudahnya mendapatkan sumber bahan pelajaran; 6). lingkungan sekitar.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat pemerintah membuat berbagai kebijakan guna memutus mata rantai persebaran virus Covid-19. Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah adalah penerapan physical distancing atau mejaga jarak fisik antar individu. Kebijakan physical distancing menyebabkan kegiatan pembelajaran tatap muka seluruh tingkat pendidikan tidak bisa dilaksanakan. Penyelenggara pendidikan harus mengambil kebijakan terkait pelaksanaan kegiatan pembelajar agar capaian pembelajaran tetap tercapai. Dengan kebijakan physical distancing, kementrian pendidikan dan kebudayaan mengeluarkan kebijakan belajar dirumah menggunakan pembelajaran online. Pembelajaran online menjadi pilihan karena sifatnya yang fleskibel, yang memungkinkan siswa mengakses informasi dan sumber belajar tanpa batas ruang dan waktu. Pembelajaran online menjadi pilihan terbaik untuk tepat melaksanakan perkuliahan. Berbagai metode pembelajaran juga dapat diaplikasikan dalam pembelajaran online, pemakaian beragam metode pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Terlebih lagi, sekarang ini proses pembelajaran sudah memanfaatkan teknologi informasi. Mahasiswa sudah familiar dengan komputer atau laptop. Pengembangan paket latihan dan penilaian berbantuan komputer untuk pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar.

Pembelajaran online menekankan kepada siswa untuk mengolah informasi yang disajikan oleh guru secara online. siswa dituntut berperan aktif selama poses pembelajaran, keaktifan siswa selama proses pembelajaran akan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Pemilihan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa akan dapat meningkatkan keaktifan siswa. Bukan hanya itu pembelajaran online juga tergantung kepada stabil atau tidaknya jaringan karena jika jaringan tidak stabil maka proses pembelajaran juga terganggu, contohnya saja siswa yang rumahnya tidak mempunyai jaringan yang bagus maka proses pembelajaranya akan terganggu terlebih lagi jika pembelajaran menggunakan aplikasi zoom, maka harus dengan jaringan yang stabil agar bisa mengikuti pembelajaran dengan baik.

Dampak pembelajaran online antara lain ialah :

Dampak Positif pembelajaran online yaitu menambah wawasan dari segi pengetahuan yang mencakup dunia luas, tidak mengharuskan kita membeli banyak buku untuk mendapatkan suatu referensi dari berbagai sumber, lebih gampang mendapatkan teman baru dari berbagai situs jejaring social yang tersedia, dan sebagainya.

Dampak Negatif pembelajaran online antara lain menjadikan seseorang bersifat penyediri dan susah beradaptasi atau bergaul di kehidupan nyata, kurang bersosialissi di lingkungan, berkurangnya waktu belajar karena terlalu asik dengan situs-situs yang menarik perhatian ( game, chattingan, dll ), dapat membiasakan seseorang sebagai sosok yang malas membaca.

Mengikuti instruksi kementrian pendidikan dan kebudayaan, pembelajaran di setiap sekolah dilakukan secara daring selama pandemi covid19. Instruksi ini siap tidak siap harus dilaksanakan untuk mencegah penularan virus covid19. Walaupun dilaksanakan secara online, sekolah harus tetap memperhatikan mutu pembelajaran agar capaian pembelajaran bisa terpenuhi.

Pada hakekatnya mutu pembelajaran merupakan pedoman yang harus dipegang guru dalam melaksanakan pembelajaran. Mutu pembelajaran dapat diperoleh dengan menyediakan pelayanan yang baik dan memuaskan kepada siswa. Dengan pelayanan yang baik maka proses pembelajaran dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Mutu dalam konteks pembelajaran merupakan layanan yang disediakan kepada siswa selama kegiatan belajar mengajar yang merupakan interaksi komponen pembelajaran agar kegiatan pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien. Pembelajaran yang bermutu adalah pembelajaran efektif yang diukur melalui tingkat kepuasan peserta didik. Pembelajaran yang baik harus mengevaluasi pembelajaran tersebut untuk mengetahui kekurangan dalam mutu pembelajaran.

Salah satu faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran adalah bahan ajar. Salah satu tugas Pendidik (termasuk guru) adalah membuat bahan ajar. Bahan ajar adalah bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun oleh guru secara sistematis yang digunakan peserta didik (siswa) di dalam pembelajaran. Di sekolah bahan ajar yang dikemas dalam buku ajar berbentuk modul sangat penting dan bermanfaat bagi siswa, karena dengan dimilikinya modul tersebut siswa mampu belajar mandiri tanpa harus selalu didampingi guru atau teman siswa lain, belajar kapan saja dan di mana saja, menyesuaikan dengan kecepatannya masing-masing, memilih urutan yang dipilihnya sendiri, dan mengembangkan potensinya untuk menjadi pembelajar mandiri.

Bahan ajar merupakan salah satu lingkup penting yang menjadi garapan dalam proses pembelajaran yang berfungsi sebagai wahana belajar. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Karena pembelajaran secara online guru bisa memahami bahan ajar seperti apa yang di butuhkan oleh siswa nya atau caara penyampaian materi bagaimanakah yang harus dilakukanya supaya siswa nya cepat mengerti dan paham. Disini guru sangat di tuntut untuk peka terhadap kebutuhan siswanya saat belajar, dia harus memerhatikan kelemahan kelemahan siswanya dan guru harus cepat tanggap bagaimana cara mengatasi kelemahan tersebut supaya siswanya mengerti dan mendapatkan nilai yang baik.

Bahan ajar sebaiknya mampu memenuhi syarat sebagai bahan pembelajaran karena banyak bahan ajar yang digunakan di dalam kegiatan pembelajaran, umumnya cenderung berisikan informasi bidang studi saja dan tidak terorganisasi dengan baik. Bahan ajar merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah tetapi penyediaan bahan ajar selama ini masih menjadi kendala. Ada sebagian guru yang hanya terpaku kepada buku teks dalam menyediakan bahan ajar padahal bahan ajar dapat didesain dari berbagai sumber dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik materi ajar yang akan disajikan. Melalui bahan ajar guru akan lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran dan siswa akan lebih terbantu dan mudah dalam belajar.

Bahan ajar online adalah pembelajaran yang menggunakan internet, tempat bahan ajar disiapkan atau diletakkan di suatu situs (Web). Oleh karena itu hubungan penggunaan teknologi informasi khususnya internet dengan prestasi belajar siswa akan menentukan bagaimana dampak teknologi informasi yang timbul dimasyarakat, masyarakat sangat berharap teknologi informasi yang semakin hari semakin canggih ini dapat berdampak positif terhadap siswa. Akan tetapi masih ada siswa yang kurang paham akan teknologi dan masih bingung dengan pembelajaran online tersebut mengakinatkan siswa tersebut tidak mempunyai nilai yang baik untuk hasil belajarnya. Karena di sini siswa di tuntut paham dengan teknologi dan cara penggunaanya dan efek yang di timbulkanya bila disalah gunakan.

Disini guru di tuntut untuk menjelaskan materi pembelajaran yang telah di kirimkan melalui whatshap group, Google form dengan baik dan semaksimal mungkin membuat siswa nya bisa memahami dan mengerti. Ada juga guru yang hanya memberikan tugas kepada siswa nya tanpa menjelaskan terlebih dahulu materinya akibatnya siswa tersebut kebingungan dan tidak mengerti, dan tugas tersebut di selesaikan oleh orang tua nya atau kaka nya.

Pembelajaran online atau daring ini sangat berpengaruh sekali terhadap hasil akhir belajar siswa, apakah dia memahami materi tersebut dengan maksimal atau tidak. Hasil belajar di tentukan oleh proses pembelajaran yang di dapatkanya, jika pembelajaran online tersebut dilkasanakan secara maksimal maka hasil nya juga maksimal dan jika pembelajaran online tidak dilaksanakan secara maksimal maka hasil belajarnya juga kurang maksimal. Proses pembelajaran online ini tergantung kepada cara cara baru yang di punyai oleh guru dalam menyampaikan materi secara online, disini guru sangat berperan aktif untuk menggali potensi siswanya dan guru paham apa yang di butuhkan siswanya. Seperti kita ketahui pembeljaran online ini lama kelamaan juga termasuk hal yang membosankan. Disini guru harus peka apa yang di butuhkan oleh siswa dan siswinya supaya proses pembelajaran tetap terlaksana dengan baik.

Jika dilihat sekarang Hasil pembelajaran semasa covid ini berbeda beda, karena pembelajaran di lakukan secara online maka kebanyakan siswa tersebut tidak memahami nya tetapi dia bisa menyelesaikan tugasnya karena di bantu oleh kaka atau orang tua nya. Pembelajaran online ini membiasakan siswa nya untuk tidak berfikir, karena disini siswa bisa melakukan apapun dengan bantuan Google, bahkan saat ujian pun yang biasanya ketiika tatap muka tidak boleh melihat google sekarang bisa dilakukan karena guru tidak melihat apa yang dilakukan oleh siswa nya secara langsung, oleh karena itu hasil dari pembelajaran online ini menunjukan siswa mengerti tetapi dia tidak paham akan pelajaranya.

Anak sekarang di tuntut untuk mengerti dan paham akan teknologi supaya hasil dari belajar online yang melibatkan teknologi ini bisa berjalan dengan baik dan hasilnya memuaskan. Ada anak yang memang tidak pernah bermain gadget dan ini sangat menimbulkan kegugupan pada dirinya saat pembelajaran online, yang mana dia di tuntut untuk harus bisa memahami gadget nya dan memhami materi pembelajaranya. Disini siswa harus di tuntut aktif di dalam pembelajaran, karena guru akan melihat siswa yang aktif di dalam pembelajaraan, yang menyerahkan tugas tepat waktu serta yang selalu ikut di dalam pembelajaran yang menggunakan zoom, goggle meet, dll maka nilai nya akan bagus.

Jadi dapat disimpulkan hasil belajar siswa semasa covid ini atau semasa pembelajaran Online ini tidak menunjukan hasil yang maksimal baik itu terhadap pemahamanya atau terhadap materi pembelajaran yang di sampikan oleh guru nya.

About the author: editor

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *