PENGARUH PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI SEKOLAH TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN

Oleh : Dina Fitri, Febri Eni, and Dr. Hj. Demina, M.Pd

Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI)

Standar sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu upaya penunjang hasil pembelajaran di sekolah. Guru harus memperhatikan penggunaan sarana dan prasarana agar bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran, serta penggunaan sarana dan prasarana dapat efektif dan efisien sesuai dengan tujuan pendidikan. Proses belajar mengajar merupakan hal yang paling utama dari proses pendidikan secara keseluruhan, proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan yang bernilai edukatif karena nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan peserta didik. Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam hal ini, guru sebagai peran utama dalam proses belajar mengajar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pencapaian tujuan dalam pengajarannya.

Sekolah merupakan tempat peserta didik diajarkan berbagai ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang bermanfaat bagi kehidupan dan berbagai pengetahuan lain yang dapat mengarahkan tingkah laku manusia kearah yang lebih baik lagi. Proses pendidikan ini akan berjalan dengan baik apabila setiap komponen-komponen di sekolah tersebut dijalankan dengan semaksimal mungkin. Apabila didukung oleh peralatan yang cukup memadai, sehingga tujuan itu dapat dicapai dengan baik. Setiap sekolah seharusnya bisa menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap untuk proses pembelajaran agar nantinya tujuan pendidikan dapat tercapai dan berjalan secara efektif dan efisien. Berbicara tentang pencapaian tujuan pendidikan dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, perlu adanya dukungan sumber daya manusia, dana, manajemen, dan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai sehingga diharapkan proses penyelenggaraan pendidikan bisa berjalan dengan efektif guna mencapai tujuan pendidikan secara umum dan tujuan lembaga yaitu sekolah secara khususnya.

Lembaga pendidikan yaitu sekolah dituntut untuk memiliki kompetensi dan profesionalisme dalam melakukan penyelenggaraan pendidikannya. Sekolah itu sendiri merupakan institusi yang memiliki tugas dan fungsi memberikan layanan pendidikan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika. Sekolah sebagai institusi pendidikan diharapkan mampu mendidik siswa agar menjadi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang diperlukan dalam menjalankan kehidupannya kelak. Agar sekolah dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan yang diharapkan, maka dituntut hadirnya sekolah yang efektif dan efisien dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai sesuai dengan kebutuhan, serta memiliki standar minimal dan kelayakan yang memadai.

Proses Belajar Mengajar (PBM) atau Kegiatan belajar akan semakin sukses bila ditunjang dengan sarana pembelajaran yang memadai, sehingga pemerintah pun selalu berupaya untuk secara terus menerus melengkapi sarana pembelajaran bagi seluruh jenjang pendidikan, sehingga kekayaan fisik negara yang berupa sarana pembelajaran telah sangat besar. Maka pemerintah meningkatkan sarana pembelajaran dalan menunjang keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Saat ini telah banyak fasilitas sarana dan prasarana yang diberikan dalam mendukung proses belajar mengajar, namun tidak semua lembaga pendidikan yang dapat dengan benar mengelola secara efektif dan efesien sarana dan prasarana yang telah ada tersebut. Sehingga pengelolaan sarana dan prasarana yang tidak bagus akan berpengaruh ke dalam pembelajraran         siswa.           Maka dari aspek tersebut, dalam artikel ini akan penulis bahas terkait mengenai definisi sarana dan prasarana pendidikan serta bagaimana pengaruh pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah terhadap efektivitas penunjang pembelajaran siswa.

Keberhasilan pembelajaran di sekolah didukung dengan adanya pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan yang ada secara efektif dan efisien. Secara umum sarana dan prasarana adalah alat penunjang keberhasilan suatu proses upaya yang dilakukan di dalam pelayanan publik, karena apabila kedua hal ini tidak tersedia maka semua kegiatan yang dilakukan tidak akan dapat mencapai hasil yang diharapkan sesuai dengan rencana. Depdiknas telah membedakan antara sarana pendidikan dan prasarana pendidikan. Sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan, dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Berkaitan dengan ini, Prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. Pengertian Sarana pendidikan Sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan, dan prabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Dalam hubungan sarana pendidikan, mengklasifikasikannya menjadi beberapa macam sarana pendidikan, yaitu ditinjau dari sudut: habis tidaknya dipakai, bergerak tidaknya pada saat digunakan, dan hubungannya dengan proses belajar mengajar.

Berdasarkan pengertian sarana dan prasarana di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sarana dan prasarana merupakan komponen dalam proses pembelajaran yang mendukung potensi masing-masing peserta didik di setiap satuan pendidikan baik formal maupun non formal. Pengertian sarana pendidikan itu sendiri adalah segala peralatan atau barang baik bergerak ataupun tidak yang digunakan secara langsung untuk proses pendidikan, sedangkan prasarana adalah semua perangkat yang tidak secara langsung digunakan untuk proses pendidikan. Sarana dan prasaran merupakan suatu kebutuhan yang harus tersedia untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan serta dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Tujuan dari pengelolaan sarana dan prasarana dalam dunia pendidikan adalah untuk memberikan layanan secara professional berkaitan dengan sarana dan prasarana pendidikan agar proses pembelajaran bisa berlangsung efektif dan efisien.

Sarana dan prasarana pendidikan sangat berpengaruh sekali dalam keefektivitas terhadap penunjang pembelajaran siswa di sekolah. Karena kalau pengelolaan dalam sarana dan prasarana bagus maka siswa juga akan terbantu dalam proses pembelajaran. Pengelolaan sarana pendidikan dapat diartikan sebagai kegiatan menata, mulai dari merencanakan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan, penginvestarisasian dan penghapusan secara tepat guna dan tepat sasaran. Pengelolaan sarana pendidikaan perlu mendapat perhatian yang lebih karena dengan pengelolaan yang baik dan tepat maka sarana pendidikan yang ada dapat ditata, diatur dan difungsikan sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Kegiatan pengelolaan ini meliputi kegiatan perencanaan, pengadaan, pengawasan, penyimpanan, penginventarisasian dan penghapusan serta penataan. Pengelolaan sarana pendidikan adalah suatu kemampuan untuk merencanakan, mengadakan, menyimpan, atau memelihara, menggunakan sumber daya pendidikan serta penghapusan yang berupa alat pembelajaran, alat peraga, dan media pendidikan di sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yag telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

Manajemen sarana dan prasarana pendidikan dapat didefinisikan sebagai proses kerja sama pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan secara efektif dan efisien. Definisi ini menunjukkan bahwa sarana dan prasarana yang ada di sekolah perlu didayagunakan dan dikelola untuk kepentingan proses pembelajaran di sekolah. Pengelolaan itu dimaksudkan agar dalam menggunakan sarana dan prasarana di sekolah bisa berjalan dengan efektif dan efisien. Pengelolaan sarana dan prasarana merupakan kegiatan yang sangat penting disekolah, karena keberadaannya akan sangat mendukung terhadap suksesnya proses pembelajaran di sekolah. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan menjaga sarana dan prasarana pendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara optimal dan berartipada jalannya proses pendidikan. Kegiatan pengelolaan ini meliputi kegiatan perencanaan, pengadaan, pengawasan, penyimpanan inventaris, dan penghapusan serta penataan. Manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan sekolah yang bersih, rapi, dan indah sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan baik bagi guru maupun murid untuk berada di sekolah.

Analisis dan penyusunan perencanaan sarana dan prasarana sangat penting dilakukan sesuai dengan standarisasi sarana dan prasarana itu sendiri. Pengadaan yaitu Dalam hal ini dilakukannya penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Penyimpanan yaitu Dilakukan untuk menampung barang hasil dari pengadaan yang akan dipergunakan maupun yang telahdi pergunakan pada tempat tertentu yang disebut dengan gudang. Penyaluran yaitu Pemindahan barang dari seseorang kepada seseorang atau dari unit satu ke unit yang lainnya yang akan menggunakan barang tersebut. Inventarisasi yaitu Kegiatan yang dilakukan untuk mencatat barang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemeliharaan yaitu Agar sarana dan prasaranan dalam keadaan selalu baik maka harus diadakan pemeliharaan. Penghapusan yaitu Merupakan kegiatan untuk menghapuskan barang yang tercatat dalam daftar inventaris barang berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan sarana pendidikan adalah kegiatan menata, mulai dari perencanaan, pengadaan, inventaris, pemanfaatan, pemeliharaan, dan penghapusan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Pengelolaan sarana dan prasarana sangat penting karena dengan adanya pengelolaan sarana dan prasarana lembaga pendidikan akan terpelihara dan jelas kegunaanya. Dalam pengelolaan pihak sekolah harus dapat bertanggung jawab terhadap sarana dan prasarana terutama kepala sekolah yang langsung menangani sarana dan prasarana tersebut. Dan pihak sekolahpun harus dapat memelihara dan memperhatikan sarana dan prasarana sekolah yang sudah ada. Maka dengan adanya sarana dan prasarana di sekolah siswa dapat belajar denganmaksimal dan seefisien mungkin.

Jadi, pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan terhadap efektivitas penunjang pembelajaran siswa itu sangat berpengaruh. Karena dengan adanya pengelolaan sarana dan prasarana yang baik maka proses pembelajaran itu akan berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga siswa dalam proses pembelajaran dapat mempergunakan sarana dan prasarana tersebut untuk akses pembelajaran.

About the author: editor

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *