Berita  

981 Guru Profesional Dikukuhkan, UIN MY Batusangkar Tegaskan Komitmen Bangun Pendidikan Agama Berkualitas Nasional

Batusangkar — Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali menorehkan kontribusi besar dalam penguatan kualitas pendidikan nasional melalui pelaksanaan Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional PPG Batch 4 Tahun 2025, Sabtu (23/5/2026) di Auditorium kampus I.

Sebanyak 981 guru profesional resmi dikukuhkan dalam kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, memadukan prosesi luring dan daring dengan peserta yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., MA., M.Res., Ph.D, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) beserta jajaran pimpinan, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Tan Gusli, serta para Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.

Dari total peserta, sebanyak 117 orang mengikuti yudisium secara luring yang berasal dari berbagai daerah seperti Tanah Datar, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok, Pasaman Barat, Lima Puluh Kota, Kota Padang, Bukittinggi, Sijunjung, serta daerah lainnya di Sumatera Barat. Selain itu, peserta luring juga berasal dari Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Sementara sebanyak 865 peserta lainnya mengikuti prosesi secara daring melalui Zoom Meeting dari berbagai wilayah Indonesia.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar menegaskan bahwa guru memiliki posisi strategis dalam membangun masa depan bangsa, khususnya dalam penguatan pendidikan agama dan pembentukan karakter generasi muda.

“Menjadi guru bukan hanya profesi, tetapi pengabdian. Semangat mengajar harus terus dijaga, terutama dalam pendidikan agama yang menjadi fondasi pembentukan moral, akhlak, dan karakter bangsa,” tegas Rektor.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks, sehingga guru dituntut tidak hanya profesional dalam kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Guru agama hari ini memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai keislaman, moderasi beragama, dan akhlak generasi muda di tengah perkembangan zaman dan arus digitalisasi,” tambahnya.

Program PPG Batch 4 Tahun 2025 ini meliputi tujuh bidang studi, yaitu Akidah Akhlak sebanyak 197 orang, Bahasa Arab 100 orang, Fikih 97 orang, Guru Kelas MI 197 orang, Guru Kelas RA 98 orang, Qur’an Hadis 194 orang, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) sebanyak 98 orang.

Seluruh peserta menempuh pendidikan profesi selama dua bulan dan dinyatakan lulus setelah mengikuti Uji Pengetahuan (UP) dan Uji Kinerja (UKIN), dengan sertifikat profesi bertanggal 7 April 2026. Program ini sepenuhnya dibiayai melalui APBN Kementerian Agama Republik Indonesia.

Menariknya, peserta PPG kali ini berasal dari berbagai rentang usia. Peserta tertua adalah Darwin kelahiran 29 Agustus 1968 dari bidang studi Qur’an Hadis asal Sumatera Utara. Sedangkan peserta termuda adalah Mu’amar kelahiran 30 September 2001 dari bidang studi Akidah Akhlak asal Nusa Tenggara Barat.

Pelaksanaan yudisium dan pengukuhan ini menjadi bukti nyata komitmen UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam mendukung peningkatan mutu guru madrasah dan pendidikan agama Islam di Indonesia melalui lahirnya tenaga pendidik profesional, kompeten, dan berintegritas. (hospiburda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *